Kita saksikan di televisi berita – berita maraknya aksi bunuh diri beberapa orang, bahkan ada yang mengajak anak dan istri, atau ada yang mengajak anaknya yang masih balita. Bermacam – macam motif bunuh diri mereka, ada yang karena putus cinta, dililit hutang, atau ada yang karena takut masa depan anaknya suram. Dan masih banyak lagi motif – motif lain yang kesemuanya bersumber dari rasa putus asa.
Hidup di dunia adalah kesementaraan belaka dan kematian adalah kepastian yang tidak dapat dihindarkan lagi, tapi janganlah mencari mati karena mati itu pasti akan menemui kita dan jangan pula takut akan mati karena meskipun kita bersembunyi di bawah tanah atau ke angkasa luar sekalipun, kalau mati itu datang kita tak bisa berbuat apa – apa. Begitu juga dengan semua masalah yang ada di dunia, mau nggak mau memang itulah yang terjadi. Sebuah masalah tidak mungkin tidak ada pemecahannya, banyaknya orang yang berputus asa karena mereka terbiasa lari dari masalah, sedangkan apabila kita lari dari masalah justru tidak akan menyelesaikan masalah itu bahkan akan menimbulkan masalah baru.
Adanya masalah yang menghadang di perjalanan kehidupan kita, jika kita mau menghadapinya dengan menyelesaikan masalah itu akan meningkatkan pribadi kita kejenjang yang lebih baik, lebih dewasa dan memiliki wawasan kehidupan lebih luas. Apabila ada masalah kecil, jangan remehkan…segera atasi..!! kalau kita terbiasa mengatasi masalah yang kecil apabila ada masalah yang lebih besar maka kita akan bisa mengatasinya juga. Karena masalah ibarat ujian bagi anak sekolah untuk meningkat ke jenjang pendidikan lebih tinggi, bagi yang berhasil mengatasinya ia akan naik kelas atau lulus dan melanjutkan ke sekolah lanjutan yang lebih tinggi, namun bagi yang belum berhasil ada banyak pilihan tanpa harus mengakhiri hidup dengan membunuh diri. Karena bunuh diri itu adalah perbuatan dosa yang sangat besar, karena dia telah mendahului takdir yang ditetapkan Allah SWT, karena Allah tidak pernah menakdirkan manusia mati karena bunuh diri. Rasulullah SAW bersabda, kurang lebih begini artinya ;
"Orang yang mati karena bunuh diri, akan kekal di neraka" (Al Hadits)
Lalu bagaimana apabila tidak bisa mengatasi masalah, meskipun sudah berkali – kali berusaha untuk mengatasinya tapi tidak kunjung selesai juga masalah itu ?. Minta pendapat Orang Tua, teman, saudara, suami, istri, pacar, dan sahabat. Mereka adalah orang – orang terdekat kita yang selalu ada saat dibutuhkan, pendapat dan saran mereka mungkin bisa meringankan masalah yang dihadapi, atau hanya sekedar bercerita kepada mereka itupun bisa meringankan beban yang kita pikul dalam mengarungi kehidupan ini.
Bagaimana mau minta saran atau pendapat ? sedangkan orang yang akan kita mintai pendapat atau saran adalah orang yang selalu minta pendapat dan saran dari kita. Eeiit….! Justru pemikiran seperti itulah yang sering menjerat kita ke lembah putus asa. Jawabannya adalah belum tentu dia tidak bisa memberikan pendapat atau saran untuk kita. Karena Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda – beda. Mungkin dia lemah di bidang yang kita mampu memberikan pendapat dan saran kita, akan tetapi dia memiliki kelebihan yang kita membutuhkan pendapat dan saran dari dia. So…! Jangan dulu menganggap orang yang selalu minta pendapat atau saran dari kita itu tidak akan bisa mengatasi masalah yang kita hadapi.
Masalah yang ada di kehidupan kita ini adalah suatu cobaan dari-Nya, untuk menguji keimanan kita. Semakin tinggi iman seseorang maka semakin tinggi pula tingkat masalah yang di hadapi. Percayalah….!!! Semua masalah, baik yang kecil maupun yang besar ada pemecahannya, seberapapun besarnya masalah itu.
"Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap." (QS. Alam Nashrah : 5 – 8)